(1) Darussalam to 'Darussalam' : keterpaksaan?

   Saat pertama sekali abangku, bang Pandi, datang ke jogja, ada satu pertanyaan yang masih terngiang-ngiang dalam pikirnku bahkan sampai saat ini, disaat pertanyaan itu sudah terjawab. Saat itu kami berdua sedang susuri jalanan kota Jogja yang dipenuhi oleh anak SMA hendak pulang ke rumah. Saat lihat gadis-gadis sekolah Muhammadiyah ber jilbab ria berpeluh menunggu bis, pertanyaan itu pun muncul :

"Kenapa orang-orang disini memakai jilbab?"
Aku heran. Pertanyaan macam apa itu.
"Iya, kalau di Aceh kan, berjilbab itu aturan. Jilbab juga adalah budaya islami yang kalau tidak dilaksanakan akan di pandang aneh. Kalau disini kan nggak?", tapi setelah dipikir-pikir ada benarnya juga pertanyaan abangku ini. Suatu hal yang belum sempat hinggap di kepalaku selama dua tahun di Jogja.
    Mungkin beliau tidak tahu, kalau Jogja adalah tempat lahirnya salahsatu dari dua organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia : Muhammadiyah. Salahsatu prestasi terbesar dari ormas ini adalah meng-islam-kan kembali masyarakat pribumi yang telah termakan ajaran islam kejawen yang konon katanya di lancarkan oleh kaphe Belanda saat itu.
    Lalu lahirlah Muhammadiyah, sebagai organisasi yang jadi penyelamat akidah umat islam di tanah jawa. Tokoh pendiri nya adalah K.H. Ahmad Dahlan. Bahkan kisah hidup beliau sudah di film kan oleh sutradara terkenal, salahsatu alumni sekolah Muhammadiyah : Hanung Bramantyo.
Dari kemunculan hingga sekarang, Muhammadiyah terus berkembang bahkan sampai ke seluruh Indonesia dengan ideologi nya yang konon dipinjam dari Ikhwanul Muslimin di Mesir : Tarbiyah.
***---***---***---***
    Sejak saat itu, aku selalu berpikir tentang Aceh, tentang Islam orang Aceh saat ini, yang dulu meng Islam kan seluruh Asia Tenggara, kini rasanya seperti hanya simbol belaka, keterpaksaan, tidak dari hati. Penuh kemunafikan. Ber jilbab agar tidak kena tangkap petugas syari'ah.
    Mendidih darah rasanya jika melihat statement-statement semacam itu, begitu pula dengan Saya. Tapi, akuilah, keadaan memang berbicara seperti itu. Saya sendiri yang tinggal di Yogya di tengah-tengah masyarakat Aceh, kerap sekali melihat sikap pesimis bahkan anak-anak muda Aceh yang kelak akan memimpin Nanggroe akan sistem syari'at islam : sistem yang pernah membawa nama Aceh ke dalam satu dari lima kerajaan adidaya di dunia di masanya.
    Tidak hanya di dalam masyarakat Aceh di perantauan, di Aceh juga begitu, kerap terdengar ejekan-ejekan terhadap syari'at islam dari mulut-mulut pemuda-pemudi Aceh yang mengaku mengagumi Cut Nyak Dhien, Teuku Umar, Tgk. Cik Di Tiro dan Tgk Daud Beureueh. Mereka tidak sadar yang dikagumi dulu berjuang berlumuran darah dengan satu tujuan : Syari'at Islam tetap tegak di ujung Sumatera, memberi cahaya kebenaran kepada dunia.

    Di lesehan kota Jogja, saat menikmati nasi kucing, Aku kagum pada pedagang angkringan yang memakai Blangkon (penutup kepala khas Yogya) dengan bangga walau Blangkon sedianya adalah simbol kampungan. Aku berharap suatu saat nanti Kita akan bangga menggunakan simbol-simbol Islam yang pernah berjaya di Aceh dulu, bukan karena keterpaksaan, namun dengan niat yang tulus.
http://m.kompasiana.com/post/read/660060/2/13000-km-aceh-jogja-keterpaksaan.html

Merdeka Informasi

Sebagai pengguna smartphone, saya seringkali terheran-heran. Mengapa ya orang-orang pada gila dengan alat canggih yang satu ini? Sampai-sampai Saya yang baru beberapa bulan lalu mengalami musibah kejatuhan hape di jalan, tidak beberapa lama kemudian entah darimana pokoknya harus ada uang secepat mungkin untuk mengganti hape yang hilang tersebut. Padahal, jika harga hape pertama dan hape yang sekarang digabungkan, nilainya bisa mencapai 4 juta lho. Kok bisa ya?
Mungkin teman-teman yang lain juga pernah merasakan hal yang serupa. Selama ini Anda tidak punya cukup uang untuk bahkan jalan-jalan keluar kota dengan teman-teman (Ini khusus untuk kasus mahasiswa dengan orang tua berpenghasilan pas-pasan ya ...). Tapi jika sudah kepincut dengan iklan sebuah merek hape, dukun pun bertindak.
Iya kaleee ...
Yang pasti tidak perlu ditanya lagi, pasti Anda akan berusaha sekeras mungkin mengumpulkan uang demi membeli hape itu. Apakah itu harus menyisihkan uang jajan dari orangtua, atau harus bekerja lembur setiap malam jaga warnet di samping kos-kosan (SemangKa ... Semangat Kakak ... ).
Ternyata guys, (Mulai serius ne ... -___- ) tingkat konsumtif Kita masyarakat Indonesia terhadap perangkat canggih seperti hape itu berasal dari perpaduan antara budaya internet Kita yang juga lagi booming di Indonesia terutama budaya ber internet ria di situs sosial media berbanding lurus dengan kesejahteraan ekonomi kalangan menengah yang juga lagi meledak. Jadi, kalo rumusnya disederhanakan :
(Gila gadget) = (Budaya ber internet di sosmed) X (Kesejahteraan ekonomi)
Sekarang coba lihat datanya guys, biar jangan dikira Saya bohong gitu khan. Dalam laporan NIELSEN(tanya sama mbah google ya siapa mas NIELSEN itu), diantara negara Asia Tenggara, hanya Indonesia yang empat dari lima aktivitas online – nya semuanya berhubungan dengan sosial media. Terus dari data SEMIOCAST (tanya sama mbah google lagi ya ... hehehe ... Sori mbah ditanyain terus ...), Jakarta ibukota negara Kita yang tercinta itu adalah kota paling ribut di Twitter se dunia. Kemudian Bandung juga termasuk yang paling ribut di Twitter tepatnya duduk manis di peringkat 6. Jangan berpikiran aneh dulu, Ini hal yang positif lho guys. Bayangkan jika Indonesia itu paling ribut di salahsatu dari dua situs sosial media terbesar di dunia, Kita dapat dengan mudah mempromosikan Indonesia mulai dari budaya seni, film, hingga produk buatan dalam negeri ke seluruh dunia tanpa harus mengeluarkan biaya keliling dunia. (Horeeee ... Plok ... Plok ... Plok ...).
Ini serius lho guys. (Coba deh serius dulu) Dalam laporan Uni Telekomunikasi Internasional, pengguna telepon genggam dengan akses internet mencakup 29,5% dari seluruh penduduk dunia. Jika seluruh penduduk bumi saat ini semuanya berjumlah 7,1 miliar jiwa, itu berarti sepertiga penduduk bumi atau 2 miliar jiwa mengakses informasi melalui telepon genggam (Beuh ...). Tau gak itu artinya apa? Itu artinya ada 2 miliar pasang mata yang dapat Kita promosikan barang-barang buatan Indonesia bro. Kalo mau jual kerupuk seharga Rp.100 per bungkus saja, terus di promosikan melalui sosial media. Terus kalau saja setengah dari 2 miliar pasang mata itu tertarik terus mau membeli kerupuk Kita, kalian dijamin kaya mendadak guys. Tinggal di hitung aja :
Rp. 100.000.000.000 = Rp.100 x 1.000.000.000 pengguna internet melalui hape
Tau gak cara baca angka diatas? Seratus miliar rupiah. Benar? Pinter ... Selamat...  Anda telah menjadi juragan kerupuk dunia. Go Internasional nih yeee ... hehehe. Kayak AgnesMo aja lu.

Awan Hitam Bernama Internet
            Guys, di atas langit budaya internet di Indonesia, ternyata ada awan hitam berarak-arak yang menggelayuti. Tentu semua tahu khan kalau internet disebut juga dengan dunia virtual. Nah itu artinya, dunia virtual adalah dunia yang tidak nyata dan dibangun atas dasar angan-angan dan imajinasi manusia. Jika di dunia nyata Kita ada yang namanya negara, kemudian muncul batas-batas negara, diterapkannya aturan-aturan dan undang-undang. Maka di dunia virtual hal semacam itu nyaris tidak ada. Setiap individu ber status pengguna internet bebas melakukan apa saja di internet. Hampir semua hal yang ingin di perlihatkan maka sah-sah saja untuk di tampakkan di internet. Makanya, internet itu nilainya juga sama seperti pisau bermata dua. Ia akan berguna jika digunakan dengan tepat, namun tidak sungkan juga bisa membunuh penggunanya. Membunuh karakter, adab, nilai-nilai, hingga pandangan seseorang terhadap dunia.
            Kabar baiknya guys, masyarakat Indonesia patut bangga dengan pemerintah Kita karena di bawah kementrian Departemen Komunikasi dan Informasi, Mereka telah bersusah payah memblokir situs pornografi. Dan pornografi itu merupakan salahsatu wujud dari penggunaan pisau yang salah di internet yang berdampak buruk. Pun begitu, filterisasi oleh Depkominfo dibawah pimpinan menteri Tifatul Sembiring ini tidak lah cukup mengingat manusia memiliki seribu jalan untuk mencapai tujuannya. Istilahnya ya guys : banyak jalan menuju Roma. Hehehe. Maka oleh itu memang filter yang paling sempurna itu adalah dari diri manusia itu sendiri. Sehingga walau berjuta-juta konten yang merusak terpampang di depan Kita, tapi jika batin Kita menolak, ya konten itu tidak akan pernah ter akses.
            Selain pornografi dan konten lain yang merusak, ada juga wilayah abu-abu yang berada diantara konten-konten yang merusak dan yang berguna. Wilayah abu-abu ini menyediakan konten-konten netral yang tidak merusak juga tidak terlalu berguna. Misalkan saja sosial media. Namun jika digunakan tidak berimbang dan berlebihan, konten yang berada di dalam wilayah abu-abu ini menjurus kepada hal yang sia-sia.
Masyarakat indonesia terutama remaja sebagai pengakses internet terbanyak di Indonesia masih belum bisa memilah aktivitas mana saja yang bermanfaat dilakukan di internet. Aktivitas internet yang seharusnya dipergunakan sebaik-baiknya untuk menunjang aktivitas akademik berganti dengan aktivitas membuang-buang waktu seperti chatting dan lain sebagainya. Tidak ada yang salah dengan chatting dan sosial media. Namun, penggunaanya sering tidak berimbang sehingga kegiatan sia-sia lebih sering dilakukan. Nah sekarang, mari Kita mulai dari diri Kita sendiri untuk menggunakan internet sebaik-baiknya ya guys. Jangan asyik chatting-an mulu.

Internet Bagi Pendidikan
Sebenarnya, ada hal lain yang bisa Kita manfaatkan dari fenomena budaya internet di Indonesia yang lagi marak saat ini. Sebut saja pendidikan. Apalagi guys, pendidikan selama ini kan kesannya mahal tuh. Terus, pendidikan juga biasanya adalah barang mewah yang hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang berpenghasilan saja. Kemudian, pendidikan lebih banyak tersedia di perkotaan dan jarang bisa diakses oleh masyarakat pelosok. Nah, dengan internet, terlebih internet yang dapat diakses melalui perangkat portable seperti telepon genggam atau smartphone, wajah pendidikan Indonesia bisa di operasi plastik guys. Hehehe ... Bukan di make up lho ... seperti yang biasa dilakukan oleh pejabat pemerintah Kita selama ini.
            Pendidikan sendiri, berperan sangat penting bagi kemajuan bangsa dan negara yang baik dan modal utama penggerak ekonomi bangsa. Sering familiar gak sih dengan istilah knowledge based economy? Istilah ini sering muncul di media berita dan menjadi perhatian khusus dari pemimpin bangsa ini. Selain itu, kesuksesan sebuah negara saat bersaing dalam ekonomi global yang ketat itu bergantung sekali kepada level pendidikan pekerjanya. Intinya nih teman-teman sekalian, pendidikan itu sangat penting.
Nah, karena pendidikan itu sangat penting tapi pendidikan di Indonesia sendiri masih memiliki banyak rapor merah, internet bisa menjadi alternatif untuk menciptakan pendidikan gratis, mudah didapat, serta berpihak pada masyarakat kelas bawah. Kenapa harus pendidikan berbasis internet? Cekidot guys :
1.      Internet dapat memfasilitasi pertukaran informasi antar individu tidak hanya dalam satu negara bahkan dengan seluruh pengguna internet di seluruh dunia.
2.      Internet juga memberikan akses kepada banyak konten-konten penting yang tersedia dalam bahasa asing dari seluruh dunia sehingga menambah dinamika berpikir pelajar.
3.      Pendidikan formal dalam ruang kelas dinding empat tergantikan dengan internet yang menjadikan seluruh dunia tanpa batas-batas dinding.
4.      30 sampai 45 pelajar dalam satu kelas di sekolah menjadi 2,4 miliar pengguna internet dunia.
5.      Buku-buku pustaka yang terbatas pengetahuannya serta mahal dan berat di pikul dengan ransel bisa didapatkan secara mudah, gratis dan berlimpah di pustaka-pustaka online.
6.      Internet menjadikan para pengajar sebagai fasilitator ilmu ketimbang menjadi penyedia ilmu.
Nah, sudah jelas kan mengapa pendidikan berbasis internet lebih unggul dibandingkan dengan pendidikan tradisional. Internet jelas telah terbukti dapat menutupi kekurangan fisik yang dimiliki pendidikan formal.
Nantinya guys, pendidikan Indonesia akan memiliki sebuah metode pendidikan baru yang terbuka, fleksibel, up to date, dan interaktif. Teknologi dan alat komunikasi berbasis website yang menunjang kolaborasi dan partisipasi aktif para pelajar membuat batasan-batasan antara pendidikan formal dan non-formal akan terhapus. Hal-hal yang tidak mungkin selama ini seperti halnya pendidikan jarak jauh, kerjasama virtual, komunitas belajar online dan akses ke sumber daya dan database yang luas tak terbatas akan terwujudkan. Itulah beberapa kemungkinan yang ditawarkan internet untuk perkembangan pendidikan di Indonesia.Asyik bener khan ...
Model pendidikan ini akan memberikan akses tidak terbatas tanpa membedakan jenis kelamin, tak terbatas ruang, tak terhalang status sosial-ekonomi dan latar belakang etnis serta tidak menghalangi Mereka yang sakit ataupun cacat untuk mengecap pendidikan tingkat tinggi.
           
Pendidikan dan Smartphone
Dengan perkembangan budaya internet dan meledaknya animo masyarakat Indonesia terhadap smartphone, Indonesia dengan mudah dapat mengawinkan keduanya untuk keperluan pendidikan. Hal itu bukanlah sesuatu yang mustahil mengingat beberapa negara juga sudah berhasil melakukannya.
Berikut adalah beberapa contoh penunjang pendidikan berbasis smartphone yang terhubung dengan internet maupun tidak yang sudah pernah diterapkan oleh negara-negara di dunia :
1.      Pakistan memanfaatkan SMS atau pesan singkat untuk memerangi buta aksara di negara Mereka.
2.      Program Dr. Math On Mxit yang mengajarkan matematika kepada pelajar Afrika melalui pesan singkat pula.
3.      Republik Korea Selatan mencanangkan program 5 tahun semenjak 2011 hingga 2016 untuk mengubah semua pelajaran yang tertera di buku cetak menjadi buku elektronik agar para pelajar yang tidak memiliki cukup dana dapat mendapat buku elektronik yang murah bahkan gratis.
4.      Di Ghana, sebuah aplikasi berbasis sistem operasi android dikembangkan untuk menangkap dan menampilkan data-data yang berkaitan dengan sekolah dan fasilitas-fasiltas di sekitarnya. Aplikasi ini dapat menunjang perencanaan pendidikan di tempat-tempat terpencil di seluruh negeri.
5.      Nigeria baru-baru ini telah meluncurkan salahsatu kampanye proyek pengentasan kemiskinan ter ambisius di dunia. Proyek ini melibatkan website dan aplikasi berbasis sistem operasi Android guna mengumpulkan, mengolah dan menampilkan kumpulan data dari profil seluruh sekolah di negara tersebut seperti kondisi fisik sekolah, kelengkapan infrastruktur, jumlah guru, ketersediaan alat bantu ajar serta buku pada setiap sekolah hingga sampai data tentang ketersediaan air minum bersih terdekat  di sekitar sekolah.

Merdeka Informasi
            Untuk mendukung kemerdekaan informasi yang memudahkan pendidikan bagi 240 juta masyarakat Indonesia, pemerintah Indonesia melalui perusahaan telekomunikasi terbesarnya yaitu Telkomsel memiliki cita-citanya tersendiri yaitu broadbanding the country. Artinya adalah menghubungkan Indonesia yang luas ini melalui jaringan internet berkecepatan tingkat tinggi yang dapat di akses melalui perangkat teknologi dimana saja di setiap jengkal kepulauan Indonesia.
            Namun, jalan terjal menghubungkan seluruh Indonesia melalui internet masih sangatlah jauh. Tengok saja laporan komisi broadband internasional, Indonesia menduduki peringkat ke 110 dengan penetrasi broadband sebesar hanya 1,1 persen saja. Ini membuat Kita ketinggalan lima tahun ke belakang dengan negara-negara lainnya di dunia.
Tapi jangan bersedih guys, karena usaha itu semakin hari semakin ditingkatkan. Salahsatu keseriusan pemerintah adalah dengan menggelar program Indonesia Digital Network atau disingkat IDN. IDN ini sendiri terbagi lagi menjadi beberapa program yaitu Indonesia Digital Ring, Indonesia Digital Acces serta Indonesia Digital Convergence. Nantinya program yang diharapkan rampung pada tahun 2015 ini akan menghubungkan Indonesia mulai dari Sumatera sampai Papua sejauh lebih dari 26 ribu kilometer.
Dengan berbagai upaya ini, semoga pendidikan Indonesia dapat merdeka dari kungkungan model pembelajaran tradisional yang bermasalah dan terlalu mahal bagi masyarakat kelas bawah. Dengan begitu, pendidikan Indonesia akan kembali ke fungsi dasarnya selama ini yaitu memerdekakan manusia. Semoga Indonesia dapat maju dan bangkit berdiri sejajar dengan negara-negara maju lainnya di dunia ini dan dapat ber konstribusi memperbaiki dunia menjadi tempat yang lebih baik lagi. Amiiinnn ...
Wassalam ...
Bagi Anda yang mau memesan baju. silahkan klik disini : www.salimasa.blogspot.com

Cut Nyak Dhien di perantauan Jogja

Wamulè//
Allah ngoen Bismillah//
Lah e jinoe//
Lon lah lon lah lon peuphon

    Alunan syair hikayat Wamule membuka acara Balee Seni yang diadakan oleh Seniman Perantauan Atjeh atau SePat pada Sabtu malam, 10 November 2012. Diiringi tepukan dasar rapai oleh Aulia yang mengajak para penonton yang masih berada di luar ruangan untuk bergegas masuk ke dalam Balee Gadeng, untuk memulai acara memperingati saat Cut Nyak Dhien ditangkap dan diasingkan ke Pulau Jawa.
     Penonton pun satu persatu masuk dan duduk melingkari panggung seperti mengitari Kabah. Semua orang terdiam, hanyut dalam hikayat Aceh Wamule yang pernah dipopulerkan kembali oleh grup band etnik Aceh Cupa dalam dengan judul yang sama.

    

Internet Aceh dan Tantangan Global

    Menerawang dunia maya di Aceh bagai menyaksikan fenomena gunung es di Kutub Utara. Puncaknya kecil dan indah, namun menyimpan banyak rahasia dalam bongkahan besar es di bawah dasar laut. Ingin hasrat kita mendekatinya, namun sebelum sampai pada puncaknya kita telah tenggelam bersama karamnya kapal karena tertabrak karang es yang besar di bawahnya.

   Setidaknya perasaan itulah yang dirasakan oleh

Bata Peradaban

   Suatu ketika terdapat 3 orang sedang menyusun batu bata Mereka masing-masing. Ketika ditanya pada orang pertama, apa yang sedang Anda buat? Saya sedang menyusun batu bata, jawabnya. Pada orang kedua ditanya pula, sedang apa Anda? Dia kemudian menjawab : Sedang membuat rumah. Namun berbeda dengan orang ketiga ketika ditanya pada pertanyaan yang sama, maka jawabannya adalah : Saya sedang membangun sebuah peradaban.

   Menarik melihat visi dari ketiga orang tersebut. Ada yang hidup ini hanyalah untuk mencari kerja, makan dan berusaha untuk tidak mati kelaparan.

Wanita Karena Agama

   Ketika menyaksikan berita tentang konfrontasi Angelina Sondakh-Rosa, penulis menemukan sesutau yang sepertinya perlu untuk di share dengan semua pembaca.
   Dalam konfrontasi itu, ketika akan menghadiri persidangan, Angie diantar oleh Mudjie Massaid, yang tidak lain adalah adik iparnya sendiri dari almarhum suaminya, Media Indonesia yang terkenal 'lebay' seperti biasa menggambarkan bahwa Mereka telah menjadi sepasang kekasih.
   Terlepas dari gonjang-ganjing media, penulis teringat dengan satu nasihat Rasulullah Muhammad tentang panduan memilih wanita untuk dinikahi :

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
“Wanita dinikahi karena empat hal, [pertama] karena hartanya, hasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Carilah yang agamanya baik, jika tidak maka kamu akan tersungkur fakir” (HR. Bukhori no. 5090, Muslim no. 1466)

  Seorang Muslim, dianjurkan untuk berlomba-lomba mencari wanita dengan latar belakang Agama Islam yang baik. Walau betapapun cantik seorang wanita, betapapun kayanya dia, namun jika tidak karena agamanya, maka Rasulullah telah 'mengingatkan' Kita akan kerugiannya.


KEBAHAGIAAN
   Manusia hidup di dunia cenderung mencari kebahagiaan. Dan titik tertinggi

DUDUK DISINI

Duduk disini, menatapmu, berbincang mengeluarkan gurauan-gurauan hangat dan kemudian tertawa kecil
adalah
lebih menyenangkan
dibandingkan keliling dunia,
menyusuri sungai nil, menemukan Machu Picchu, dipukau Sphinx Giza, naik Shinkansen Jepang, atau sakit perut di Barcelona.

Ini semua mungkin karena warna baju yang kau pilih spesial saat ini membuatmu lebih menarik dari Erika Sawajiri, lebih berwarna daripada milla jovovich.
atau mungkin karena
rasa hormatku padamu, dan kecintaanmu pada malam bertutup kan hujan ini.
atau mungkin karena
senyum kita yang menyimpan rahasia membuat penasaran orang dan dinding-dinding sekitar Kita.

:)
memang benar, duduk disini, mengundang senyummu, menghangatkan suasana
adalah
lebih menyenangkan
dibandingkan melihat seluruh dunia,
minum coca cola di puncak Eifel, terbalut jaket kulit supertebal di Kibber Village India, atau terkantuk-kantuk di dalam perjalanan menuju pintu keluar Grand Canyon...




Bagaimana Pulau-Pulau di Bumi Terbentuk??? (Versi Animasi Hollywood Ice Age)

   Apakah Anda tahu, bahwa sebenarnya pada zaman dahulu kala, seluruh pulau-pulau di Bumi adalah satu kesatuan? Lalu melalui proses berjuta-juta tahun pulau-pulau itu terpisah menjadi pulau Australia, Afrika, Amerika, ASia dan eropa... Mungkin itulah yang diajarkan di bangku sekolah dulu. Namun, dalam video ini, Bumi terbentuk oleh seekor binatang purba yang terobsesi dengan makanan faforit yang tidak pernah Ia makan2...... cekidot






5 MITOS TENTANG MUSLIM DI AMERIKA

 http://ciprian.book.pro/wp-content/uploads/2010/01/American_Muslim_by_mangagirl3535.jpg

  1.MUSLIM AMERIKA ADALAH ORANG ASING
   Islam telah berada di Amerika bahkan  sebelum terbentuknya negara Amerika Serikat itu sendiri. Tapi, orang-orang Islam tidak datang ke Amerika dengan damai. Mereka dibawah oleh pedagang sebagai budak.

Para pakar sejarah memperkirakan lebih dari 30 persen budak hitam adalah muslim. Pangeran Afrika Barat bernama Abdul Rahman dibebaskan oleh presiden John Quincy Adams pada tahun 1828 setelah 40 tahun dalam tahanan. Dia adalah satu-satunya dari sekian banyak Muslim Afrika yang di culik dan dijual pada perbudakan di Dunia Baru. Pada awal mula sejarah Amerika, nama-nama Muslim dapat ditemukan dalam daftar laporan budak-budak yang melarikan diri bersama dengan nama-nama tentara dalam perang Revolusi. Orang-orang Islam berjuang untuk mempertahankan perang kemerdekaan amerika pada tahun 1812. Dan setelah lebih dari se abad kemudian, ribuan warga Amerika keturunan Afrika termasuk Muhammad Ali(petinju terbaik sepanjang masa) dan Malcolm X masuk Islam.
   

   2. MUSLIM AMERIKA SECARA ETNIK, KULTUR DAN POLITIKNYA ADALAH SEALIRAN DAN TIDAK BERAGAM KEPERCAYAANNYA
   Pada kenyataannya, komunitas Muslim Amerika adalah komunitas Muslim yang paling beragam di dunia. Muslim Amerika percaya pada banyak perbedaan dan menghargai kepercayaan Mereka dalam cara yang berbeda pula. 
   Pada tahun 2007, sebuah study menyebutkan bahwa 63 persen Muslim Amerika adalah simpatisan partai Demokrat, 11 persennya Republikan dan 26 persen adalah independen. Secara etnik, mayoritas Muslim Amerika bukanlah bangsa Arab. Sekitar 88 persen dari jumlah Muslim Amerika seluruhnya.

   3. MUSLIM AMERIKA MENINDAS WANITA

Awan Buatan untuk Piala Dunia

   Qatar University menawarkan awan robot sebagai solusi untuk mengatasi panas saat Piala Dunia 2022 kelak berlangsung di negara tersebut. Abdul Ghani, kepala insinyur mekanik dan industri Qatar University, membuat robot yang menyerupai struktur awan yang terbuat dari karbon ringan dan mengandung gas helium.  Awan tersebut melayang layaknya helikopter dan dapat dikendalikan dari jarak jauh untuk melindungi penonton. Di Lulanic Iconic Stadium, awan robot ini dapat melindungi 86.250 penonton. Ia dapat diatur agar bergerak mengikuti arah Matahari sehingga penoton di stadion tetap terlindungi.  Awan tersebut melengkapi sistem pendingin yang sudah dirancang di stadion. Secara arsitektural, Foster and Partners sudah mendesain 
http://www.football-marketing.com/wp-content/uploads/2011/03/artificial-cloud-qatar-2022-300x188.jpg

Hu Jintao : Dibalik semua kisah hebat bangsa China saat ini

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H

Berkendaralah Dengan Benar





   Apa gunanya balap-balapan jika tak ada yang melihatmu hebat. Ingatlah, ketika Anda mengendarai motor atau mobil, Anda tidak sedang mempertanggungjawabkan nyawa Anda saja. Melainkan juga nyawa orang-orang didalam mobil atau dibelakang motor Anda. Anda juga bertanggungjawab atas nyawa orang-orang dijalan. Tak ada gunanya lagi menyesal jika nyawa sudah melayang.
     Video ini menunjukkan kepada Anda apa yang terjadi jika Kita tidak hati-hati ketika berkendara. Bukan saja Anda yang rugi, tapi semua. Nyawa taruhannya dan ketika semua telah sirna, penyesalan sudah tak ada gunanya lagi. Tonton lagi dan camkan dalam diri Anda untuk berkendara dengan tertib.


PERANG ACEH

  ACEH adalah provinsi terujung di pulau Sumatera, Indonesia. Karena alasan sejarah, Aceh diberikan otonomi khusus oleh pemerintah pusat Indonesia. Aceh pada zaman dahulu kala adalah negeri yang amat kaya dan makmur. Kekusaannya mencapai bagian barat Minangkabau dan Perak di Malaysia. Aceh juga telah menjalin hubungan Internasional dengan negara-negara dunia seperti Belanda, Inggris dan Turki Utsmani,
   Sayangnya, Aceh terlibat perang yang sangat panjang ketika Belanda mengumumkan perang pada tanggal 26 maret 1873. Namun, Belanda dibuat kewalahan karena Mereka masih tetap tidak bisa menjajah Aceh pada tahun 1883, 1892 dan 1893. Belanda pun berpikir Mereka telah gagal merebut Aceh.
   Namun, keadaa berbalik karena salahseorang ahli dari universitas Leiden berpura-pura masuk Islam dan mempelajari kelemahan orang Aceh dari dalam masyarakat Aceh. Ia kemudian menyarankan kepada Belanda untuk menyerang ulama Aceh dan merangkul sultan Aceh untuk membantu Mereka dengan diming-imingi harta. Akhirnya, strategi itu berhasil. Kesultanan Aceh pada akhirnya jatuh seluruhnya pada 1904. Pada saat itu, hampir seluruh Aceh dikuasai.
   Pada masa setelah itu, Aceh gencar membangun hubungan dengan bangsa-bangsa lain di Nusantara. Aceh kian aktif dalam gerakan nasional Indonesia.
   Pada saat Jepang mengobarkan perang mengusir kolonialis Eropa dari Asia, tokoh-tokoh penting Aceh berunding dengan pihak Jepang membahas masalah kemungkinan Jepang mendarat di ACeh dan mengusir Belanda. Akhirnya, pada  9 Februari 1942, militer Jepang mendarat di ACeh.
   Pada awalnya, Jepang bersikap baik kepada rakyat Aceh dengan menghormati ritus dan agama Islam di Aceh. Namun, seiring bergulirnya waktu, Jepang berulah dengan melecehkan kaum perempuan Aceh. Jepang juga memerintahkan rakyat Aceh untuk membungkuk ke arah matahari ketika fajar tiba. Rakyat Aceh kemudian kembali melawan. Perlawanan paling terkenal adalah perlawanan Tengku Abdul Jalil, seorang ulama dari daerah Bayu, Lhokseumawe.
   Ketika seluruh wilayah Indonesia direbut kembali oleh Belanda pada agresi Belanda yang kedua, Aceh melalui radio RRI Rimba Raya dengan lantang